Wagub Ingin Bangun Destinasi Wisata Sejarah

Kota Kapur, Bangka – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani berencana menata obyek yang mengandung nilai sejarah sebagai potensi wisata, dalam mempercepat pembangunan pariwisata daerah.

Keinginan itu disampaikan kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di lokasi cagar budaya di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Rabu (14/09/2016).

Cagar budaya Kota Kapur adalah sebuah situs yang diketahui berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Sekaligus dikenal sebagai tempat ditemukannya prasasti batu berbentuk tugu yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno beraksara Pallawa.

Kota Kapur, kata Hidayat, banyak menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan. Sebab itu dia menilai desa yang berada tidak jauh dari Sungai Menduk itu sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi kampung wisata.

Wagub menyarankan perlunya upaya nyata melindungi cagar budaya. Salah satunya dengan memagari kawasan obyek dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dia juga berharap masih ada pihak-pihak terkait terutama para arkeolog untuk terus menelusuri jejak sejarah yang masih tersembunyi di cagar budaya tersebut.

Hidayat menuturkan, Babel memiliki banyak obyek wisata sejarah yang sebagian besar terdapat di Pulau Bangka. Kondisi itu dapat dimanfaatkan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Babel.

Kehadiran Wagub Hidayat Arsani ke Kecamatan Mendo Barat, selain mengunjungi situs Kota Kapur juga dalam agenda peletakan batu pertama pembangunan pabrik tepung tapioka di Desa Penagan. Di tempat ini, wagub disambut warga setempat dan memberikan kata sambutan.

Hidayat berharap dukungan atas pembangunan pabrik tapioka milik CV Penagan. Menurutnya, pembangunan pabrik tapioka ini berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat. Utamanya melalui ketersediaan peluang maupun lapangan kerja baru bagi warga setempat.

"Juga mengurangi beban biaya transportasi, karena tidak perlu jauh-jauh menjual hasil panen," kata Hidayat.

Menurutnya, pabrik tapioka yang akan dibangun diprediksi mampu menampung hasil panen ubi kasesa petani dari lima desa yang ada di sekitar Desa Penagan. (supri)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Supri
Fotografer: 
Supri
Bidang Informasi: 
Perkim Babel